Author: yadie
•02.18
Terangkanlah....Terangkanlah...
Jiwa yang berkabut langkah penuh dosa...
bila masih telah tiba...
kereta kencana datang tiba-tiba...
airmata dalam duka tak merubah ceritanya...
hanya hening dan berjuta tanya
dalam resah dan pasrah...


Sebagian lirik lagunya Opick - Khusnul Khotimah



Firman Allah Swt :

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (AL'ANKABUUT 57).

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (AL ANBYAA' 35)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (ALI 'IMRAN 185).

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah." Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya). (YUNUS 49).

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (AL JUMU'AH 08).

Adakah seseorang yang tw tentang riwayat kematian kita di bumi ini ??
Sesungguhnya tidak ada yang tw kapan, dimana, dan saat apa kita meninggal. Hanya Allah yang mengetahui itu semua.
Sesungguhnya kematian itu akan tiba pada saat yang telah ditentukan kepada semua makhluk yang bernyawa.
Pertanyaan selanjutnya, apakah ketika kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah, atw malah kebalikaannya Su'ul khotimah?
Yang dapat menilai hanya Allah SWT, karena memang telah menjadi hak-Nya untuk menilai seseorang yang pantas mendapatkan gelar Husnul Khotimah tersebut.
Maka beruntunglah orang mendapatkan gelar tersebut.

Allah pun telah memberikan ciri-ciri orang yang meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah melalui Nabi Muhammad SAW, berikut tanda-tanda orang meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah :
1. Bisa diliat dari kata-kata terakhir yang dia ucapkan , apabila dia mengucapkan kalimat toyyibah, maka itu tandanya dia meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.

Dari Mu`adz bin Jabal Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa ucapan terakhirnya : La ilaha illallah, maka dia masuk surga" (HR Abu Daud & Al-Hakim).

Dari Anas bin Malik Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baiknya dzikir adalah La ilaha illallah dan sebaik-baiknya doa adalah Alhamdulillah" (HR At-Turmudzi & Ibnu Majah).

Karena itulah sunnah hukumnya membimbing orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat tahlil.

Dari Abi Sa`id Al-Hudri Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Bimbinglah orang mati kalian untuk mengucapkan La ilaha illallah" (HR Muslim).

2. Ditinjau dari aktifitas terakhirnya, bila seseorang di masa akhir hidupnya beribadah baik ibadah mahdho maupun ghoiru mahdo dan dia meninggal dalam keadaan beribadah atau usai menjalankan ibadah maka itu tandanya dia meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah.

Dari Ali bin Abi Tholib Ra, Dia berkata : "Suatu hari saya akan menunaikan sholat subuh di mesjid bersama Rasulullah Saw, tapi ditengah jalan aku bertemu dengan seseorang yang sudah renta juga mau ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh, aku terus berjalan dibelakangnya, dan ketika kami berdua sampai di mesjid ternyata sholat berjamaah sudah usai, akhirnya aku sholat subuh berjamaah dengan kakek itu, dan ketika aku salam tahiyyat akhir si kakek tetap bersujud dan ternyata si kakek telah meninggal dunia, lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, bagaimana keadaan kakek ini di akherat?" Rasulullah menjawab, "Dia masuk surga" (HR Ahmad & Daruqutni).

3. Ditinjau dari hari terakhirnya (hari Jum'at) begitu banyak orang-orang sholih yang meninggal dunia pada hari Jum'at adalah tanda kematian Husnul Khotimah.

Dari Ibnu umar Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Tiada seorang muslim yang meninggal pada hari atau malam jum`at, kecuali Allah akan menyelamatkannya dari siksa kubur" (HR Ahmad & At-Turmudzi).

Dari Abi Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Sebaik-baik hari adalah hari jum`at, karena pada hari jum`at itulah Adam di ciptakan. Pada hari jum`at ia di masukkan ke surga dan pada hari jum`at ia di keluarkan dari surga. Pada hari jum`at ia wafat dan tidak akan terjadi kiamat kecuali hari jum`at" (HR As-Syafi`I dan Ahmad).

4. Bisa diliat dari kondisi fisiknya, sering kita menyaksikan orang yang meninggal dengan kondisi tubuh yang tidak wajar seperti tubuh gosong , penuh luka dan nanah bahkan keluar belatung dari tubuhnya. Hingga tidak ada orang yang mw memandikan , mengkafani, dan mensholatkan . Seseorang yang matinya Husnul Khotimah tidak akan mengalami kejadian yang seperti itu , malah sebaliknya seperti wajah mayat terlihat tenang dan damai bahkan ada yang tersenyum .

Dari Abu Darda Ra, Rasulullah Saw bersabda : "Tidak akan keluar ruhnya seorang mu`min sampai dia melihat tempatnya di surga, dan tidak akan keluar ruhnya seorang kafir sampai dia melihat tempatnya di neraka" (HR Al-Baihaqi).

Dari Aisyah Ra, Rasulullah bersabda: "Tidak satu mayit pun yang di sholatkan oleh seratus orang kaum muslimin dan semuanya memintakan syafa`at untuknya, pasti syafa`at mereka di terima" (HR Muslim)

Semoga kita bersama di karunia Allah Swt untuk dapat berusaha dan berdoa supaya kita mendapat gelar husnul khotimah di akhir hayat kita. Amin Amin Yaa Robbal Alamin. Wallahu a`lam bisshowaab.


Kita semua tidak akan pernah tw apakah kita termasuk orang yang akan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah atw Su'ul Khotimah. Hanya amal dan ibadah kita yang bisa menolong kita dari siksa api neraka kelak.
Jangan silau akan kenikmatan dunia, karena semuanya itu tidak kekal.
Kebanyakan kehidupan seseorang tidak seimbang antara rohani dan jasmani, antara dunia dan akhirat.
Terkadang lebih memilih memenuhi kebutuhan dunia dari pada kebutuhan akhirat, dan penulis sendiri merasakan itu. Semoga dosa kita di ampuni oleh Allah SWT.
Setiap hari lahir manusia, tapi setiap hari manusia pun meninggal. Kita tinggal menunggu "antrian" dipanggil oleh-Nya. Untuk mengingatkan kita semua bahwa kehidupan di dunia hanya sebentar...


Artikel ini ku persembahkan bwt Amang (Om) Izul yang telah dipanggil-Nya terlebih dahulu mendahului kita semua.
Semoga amal ibadah beliau diterima disisiNya...Amin...




This entry was posted on 02.18 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 komentar:

On 13 Oktober 2009 pukul 00.17 , Elsa mengatakan...

(jadi takut mati)

 
On 14 Oktober 2009 pukul 04.34 , yadie mengatakan...

Dan alhamdulillah beliau meninggal tepat pada hari jum'at, ketika hendak menghela nafas terakhir beliau menyebut nama Allah, dan beliau meninggal ketika sedang berjuang mencari rezeki untuk ibu dan sodara-sodarnya (beliau blm menikah)...

Kita pasti mati,,,
Kita tinggal menunggu giliran,,,
Kita slalu tdk pernah sadar akan hal itu, dan ttp melakukan dosa, itu yg aq mengerti setelah perenungan dari hari ke hari....