Author: yadie
•22.22
Ketika menulusuri google aku menemukan artikel yg cukup menarik perhatian mengenai pergaulan masa kini. Artikel itu bercerita tentang seorang wanita korban dari sekian banyak korban pacaran, dan dampak bagi kehidupannya.
Untuk lebih jelasnya, silahkan baca komentar nya dibawah ini , dan maaf jika artikel ini repost... Karena tidak ada niat lain, melainkan untuk saling mengingatkan bagi kita semua untuk saling menjaga...

“Aku mengirimkan surat ini kepadamu karena aku merasa surat ini pantasuntuk disebar luaskan, sebab surat ini menjelaskan sampai sejauh mana bencana yang menimpa sebagian gadis di bawah slogan emansipasi dan pacaran!!! Akan tetapi yang menjadikan kita semakin bersedih adalah kejadian ini di dengardan di saksikan oleh para walinya. Aku tuliskan surat ini agar menjadi pelajaran bagi kaum laki-laki sebelum wanita, agar kaum laki-laki menjaga keluarga wanita mereka dan anak gadis mereka, agar tidak kehilangan harga diri dan terjatuh kedalam perangkap syaitan. Korban ini, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan sebelum terjatuh kedalam jurang yang tak berdasar namanya F.A.Q, dia berkata: “Aku dulu hidup dengan penuh kebebasan, sampai-sampai aku memiliki hubungan dengan para pemuda tetangga, dan aku membujuk mereka untuk berbicara denganku dan aku berlemah lembut kepada mereka. Sungguh aku (waktu itu) sangat tidak punya rasa malu, aku menggunakan telephon untuk berhubungan dengan mereka. Sampai suatu saat ada seorang pemuda yang ketika melihatku langsung berkeinginan untuk melamarku. Akan tetapi ketika dia mendengarkan cerita tentang diriku sering disebut-sebut oleh pemuda lingkunganku, dia berpaling dariku dan memilih untuk menikah dengan adikku.

Aku tidak sholat dan juga tidak menjalankan sedikitpun ajaran agama. Pada suatu hari mobilu macet di tengah jalan, maka aku melambai-lambaikan tanganku dengan harapan agar ada mobil yang sudi unuk berhenti dan membantuku, aku lakukan hal ini beberapa lamanya. Walaupun banyak pemuda yang berhenti dan turun, tetapi hanya untuk menikmati senyum dan memandangi tubuhku yang mirip telanjang. Di saat itu… ada sebuah mobil yang berhenti dan turunlah seorang pemuda yang biasa-biasa saja, tidak nampak padanya tanda-tanda orang yang beragama. Aku sangat terperanjat ketika dia tidak mau memadangiku dan hanya bekerja keras dan serius dalam membenahi mobilku. Aku sangat keheranan karena dia tidak tergoda olehku dan juga tidak berusaha untuk merayuku sebagaimana dilakukan oleh para pemuda lainnya!? Maka aku berusaha untuk merayunya dan akupun tersenyum manis dihadapannya. Akan tetapi dia tetap tidak mau membalasnya. Dan ketika dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan selesai dari memperbaiki mabilku, dia berkata kepadaku:’Semoga Allah melindungimu, dan hendaknya engkau menutup dirimu’. Kemudian dia pergi meninggalkan aku dalam keadaan terheran-heran melihatnya. Akupun bertanya-tanya pada diriku: Apa yang menyebabkan seorang pemuda belia yang jiwa muda dan kelelakiannya sedang memuncak tidak terfitnah denganku, bahkan dia menasehatiku agar aku menutup diriku?! Di sepanjang jalan aku bertanya-tanya: Kekuatan apa yang menahan pemuda itu? Akupun terus memikirkan perkataannya kepadaku, apakah aku dalam kebenaran? Ataukah aku sedang meniti jalan kebinasaan? Aku tidak henti-hentinya keheranan, sampai akhirnya aku tiba dirumah, dan kebetulan pada hari itu tidak ada seorangpun yang dirumah.
Dan ketika aku masuk rumah, tidak berapa lama datanglah suami adikku yang dulu hendak menikahiku, lantas diapun bercanda denganku… Sebagaimana kebiasaanku, akupun meladeninya dengan lirikan dan kata-kata yang manis, sampai-sampai dia berusaha untuk menodaiku. Saat itulah aku tersadar, dan aku merasakan betapa hinanya diriku. Perasaan yang tidak pernah aku merasakan sebelumnya, akupun menangis. Aku berhasil lolos dari srigala ini dalam keadaan selamat badanku, akan tetapi jiwaku sakit. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan? Dan apa penghujung jalan yang sedang aku tempuh…? Akupun berusaha untuk mencari pelarian dari jiwaku yang gundah… Aku tidak mendapatkan sesuatu yang dapat melupakanku dari kejadian tersebut pada film-film, lagu-lagu, atau kisah-kisah.Sehingga aku jatuh sakit beberapa minggu, kemudian aku berkenalan dengan beberapa wanita yang taat beragama, dan salah seorang dari mereka menasehatkan kepadaku agar aku melaksanakan sholat. Sungguh mengherankan, ketika pertama kali aku melakukan sholat, aku merasakan adanya ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Maka akupun rajin melaksanakan sholat dan menghadiri ceramah, membaca Al-Qur’an dan akupun mengenakan hijab (busana muslimah) yang syar’iy.Sampai-sampai pada suatu hari keluargaku keheranan ketika melihatku sedang sholat. Semenjak itulah aku meniti jalan yang benar dan berdakwah di jalan Allah, akupun meninggalkan jalan kesesatan.Sekarang aku memiliki jadwal ceramah tentang hakikat taubat, keutamaan Allah Azza wa Jalla dan kemurahan-Nya terhadap segenap hamba-Nya dengan memudahkan jalan hidayah untuk mereka… Segala puji hanya milik Allah yang dengan nikmat-Nya hal-hal kebaikan dapat terlaksana…”.


Sumber : http://mystique.blogsome.com





Author: yadie
•21.13
Beberapa saat aq seperti kehilangan ide untuk menulis...
Apa yang hendak dibahas pun bingung...
Setelah terdiam sejenak memandangi laptop yang selalu setia menemani menjelajahi dunia maya, muncul satu ide untuk menuliskan puisi yang sebetulnya udah lama ingin disampaikan tapi baru terealisasi sekarang....


Barisan bintang yang mulai menghilang
Tertutup awan….
Guruh yang mulai bersahutan…
Sepertinya kan turun hujan..
Dingin yang menerpa..
Tentu kan semakin terasa..
Mudah-mudahan kata ini
Bisa menghangatkan hatimu
Dan memayungi dirimu
Dari hujan dunia yang penuh cobaan
Dan perjuangan


Selayaknya hujan yang turun
Yang tak bisa ditepis
Cinta turun dari gumpalan hati
Yang telah terbuai manisnya diri
Ia turun menyuburkan kehidupan
Ia memberikan hal terpenting bagi kehidupan
Tanah menyerap hujan
Jiwa menyerap cinta ..

Berbicara tu mudah
Tapi berbicara dari hati
tuk ungkapkan isi hati tidaklah mudah
Menahan pembicaraan tu mudah
Tapi menahan isi hati
yang ingin berbicara justru menambah beban
Hati memang sukar di mengerti
Tapi kata hati memang pasti





Author: yadie
•09.13
Bila dihadapkan pada beberapa pilihan, memilih yang lebih di utamakan antara tingkat pendidikan, keahlian, dan pengalaman maka anda-anda sekalian akan memilih apa ???

Mungkin sebagian akan memilih pendidikan, kemudian mungkin sebagiannya lagi akan memilih keahlian, dan mungkin sebagiannya lagi akan memilih pengalaman...(wew....)

Pandangan setiap orang sudah pasti berbeda, maka bila ada perbedaan diharapkan jangan saling menghujat ya.. ^_^

Hal yang pertama yg mungkin akan saya pilih, dan menurut saya lebih dominan adalah pengalaman.
Karena orang yang berpendidikan tetapi tidak mempunyai pengalaman lebih cenderung kurang produktif (bukan berarti yg berpendidikan ga bagus lo ya), tidak heran kenapa siswa SMK atau Para mahasiswa diwajibkan mengikuti Praktek Kerja Industri atau yang lebih beken disebut dengan MAGANG.

Kemudian yang kedua tentunya pendidikan, pendidikan adalah harga mati (menurut saya lo ya). Tapi untuk sekarang, saya pikir pintar itu tidak harus mempunyai pendidikan yang tinggi. Karena dengan belajar otodidak pun seseorang sudah mampu menyamai ilmu yang diperoleh orang lain yang menempuh pendidikan dibidang yang sama.
Hal yang membedakan hanya "status" kedua orang tersebut. Karena terkadang yang dipandang adalah orang yang ber"titel" dibelakang nama, atau didepan nama.



Karena pendidikan pada saat ini bisa dibilang cukup untuk mengikat pinggang para orang tua yang berkantong tipis. (berharap pemimpin Indonesia pada masa yang akan datang lebih memperhatikan dunia pendidikan kita).
Pernah terlintas dalam pikiran, kapan ya pendidikan kita bisa di gratiskan ??
Bila kita sekarang masih bisa menempuh pendidikan, maka anda patut bersyukur.
Bila anda susah untuk bersyukur, maka pandanglah kebawah (eits...jng mandang kebawah beneran)
Lihat anak-anak yang tiap pagi jadi loper koran di perempatan jalan, di simpangan lampu merah, yang sudah sejak pagi harus berjualan koran, sementara anak2 laen yang se-umurannya berangkat dengan ceria menuju sekolah nya masing-masing....

Berhubungan dengan pilihan kita di atas, tidak selalu orang yang pintar adalah orang yang berpendidikan, karena dengan belajar otodidak pun bisa. Asalkan ada kemampuan, kemauan , dan impian.

Beberapa hari yang lalu, ada sebuah tawaran proyek dari dosen tapi karna aq merasa belum mampu dan belum cukup ilmu dalam bidang itu maka q tolak. Tersadar akan kurangnya ilmu yang dimiliki membuat q lebih banyak belajar... (bakal proyek pertama, q lepas begitu saja T_T)
Agak nyesal sc, tapi lebih baik begitu dari pada ntar ujung-ujungnya hasilnya mengecewakan.
Dan aku bertekad suatu hari nanti pasti bisa, sekarang masih dalam jalur yang benar.

Bagi teman-teman yang masih menempuh pendidikan, lanjutkan (wkkww...maaf bukan jargon capres lo ya) perjuangan kalian. Karena mungkin kalian adalah termasuk orang-orang yang beruntung yang dapat mengecap pendidikan yang lebih tinggi, dan jangan disia-siakan.
Bagi teman-teman yang bergelut dengan dunia "keahlian dan pengalaman", bukan berarti anda tidak bisa lebih dari mereka....karena kemampuan tiap orang berbeda-beda, dan karena kemuan orang pun tidak harus sama maka terus lah berjuang dan tingkatkan skill kalian. Ingat, pintar itu tidak harus mahal...

Terakhir, selamat bwt adek2 yang baru merasakan bahagianya lulus dari SMA (yg masih SMA angkat tangan...wkwkw ky ditodong..), lanjutkan perjuangan kalian....karena masih panjang jalan yang harus ditempuh. (jembatan suramadu pun kalah panjang)

Karena nasibmu, nasibku, dan nasib kita berbeda...Maka kita harus berjuang untuk itu...